STUDIUM GENERALE PROGRAM PASCASARJANA

September 14, 2011
Download versi PDF  
  • Bertempat di gedung Aula Utama kampus I, pada Rabu, 14/ 09/2011, STAIN Salatiga mengadakan Studium Generale bagi Mahasiswa Baru Program Pascasarjana (PPs) STAIN Salatiga, dengan tema “ Pendidikan Islam dan Tantangan Pemebentukan Karakter Bangsa di Era Reformasi”. Kuliah umum disampaikan oleh Prof. Dr. Imam Suprayogo, Rektor UIN Maliki Malang. Acara yang dihadiri sekitar 130 peserta, terdiri dari mahasiswa baru, dosen, jajaran Kemenag Salatiga dan beberapa undangan ini berlangsung cukup meriah, yang tidak lain karena kepiawaian beliau dalam menyampaikan joke-joke segar saat orasi.

    Acara dimulai pukul 10.30 dibuka oleh Ketua STAIN, Dr. Imam Sutomo, yang dalam sambutannya sangat kagum dengan keberhasilan UIN Malang dalam mengembangkan institusinya. Dengan alasan inilah maka Prof Imam dihadirkan agar bisa menularkan “virus” ke STAIN Salatiga dalam mencapai cita-citanya menuju lembaga yang lebih besar menjadi universitas.
    Prof. Imam bercerita mengenai awal mula pendirian UIN Malang yang berlatar belakang sebagai cabang dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, hingga menjadi STAIN dan akhirnya bisa seperti sekarang sebagai UIN terkemuka di Indonesia, mendahului induknya IAIN Surabaya. Kunci dari itu semua adalah semangat penggalian tiada henti dari Al Qur’an. Dikatakannya, Islam adalah agama yang universal, maka tidak sepatutnya hanya dibatasi oleh sekat-sekat fakultatif seperti selama ini. “Al Qur’an begitu indah”, begitu tuturnya. Dan dari keindahan ajaran Islam itulah, maka perguruan tinggi Islam juga harus mampu menangkapnya.

    Dalam memajukan UIN Malang, ia berangkat dari lima visi Islam, yaitu; kaya ilmu, unggul, adil, ritual menuju spiritualitas, dan professional. Jika ini bisa diterapkan dengan baik, maka cita-cita STAIN Salatiga menjadi Universitas akan berjalan baik dan menghasilkan produk yang baik pula. Sedangkan dalam membentuk pendidikan yang berkarakter, beliau berpesan agar melakukan tiga hal; yaitu dekati Al Qur’an, dekati masjid dan dekati ulama atau cendekiawan. (SG)

  • Komentar